Yogyakarta – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Workshop Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Pelaksanaan Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP), Senin (28/7), di Hotel Alana Malioboro, Yogyakarta.
Acara ini menjadi salah satu upaya strategis BPMP DIY untuk memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan Pendidikan, baik di level struktural dinas pendidikan maupun para koordinator pengawas dalam memahami dan mengimplementasikan sistem penjaminan mutu pendidikan secara efektif dan berkelanjutan.
Sebanyak 63 peserta terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari 43 peserta eksternal yang mencakup perwakilan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota, koordinator pengawas dan penilik, serta struktural jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan Balai Dikmen. Sementara itu, 20 peserta internal berasal dari widyaprada, staf, dan tim kerja di lingkungan BPMP DIY.
“Workshop ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan peningkatan mutu pendidikan berjalan berdasarkan standar nasional yang telah ditetapkan. SDM yang kompeten adalah ujung tombak dalam pengawalan mutu tersebut,” ujar Retno Wijayanti, Kepala Subbagian Umum BPMP DIY, dalam sambutannya mewakili Kepala BPMP, Bambang Hadi Waluyo, S.Pd., M.Pd.
Retno menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan agar tidak terjadi perbedaan persepsi dalam pelaksanaan PMP. “Kita perlu satu visi. Kalau ada yang ke kiri dan yang lain ke kanan, tidak akan ketemu,” tambahnya.
Kegiatan workshop ini berlangsung selama satu hari penuh dan dikemas dalam format bimbingan teknis (Bimtek) luring. Peserta mendapatkan pembekalan terkait kebijakan penjaminan mutu pendidikan tahun 2025, penggunaan dana BOSP secara tepat, serta pemanfaatan rapor pendidikan dalam perencanaan berbasis data (PBD), yaitu penyusunan RKT dan Arkas. Kegiatan juga dilengkapi sesi simulasi, diskusi kelompok, dan best practice dari berbagai daerah.
Dalam laporan panitia, Maria Theresia Yetti Pudiyantari menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk mendukung peran Widyaprada dalam melakukan advokasi pemetaan mutu, pendampingan, pembimbingan, supervisi, dan pengembangan model penjaminan mutu Pendidikan. Pejabat structural dan fungsional dinas dapat melaksanakan pendampingan di wilayah binaan masing-masing, sehingga memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan mutu Pendidikan secara keseluruhan.
Sementara itu, Kepala BPMP DIY, Bambang Hadi Waluyo, dalam pesannya menyampaikan bahwa mutu pendidikan DIY menjadi salah satu acuan nasional. “Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi daerah lain di Indonesia. Maka sudah sewajarnya kita terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan kita,” ungkapnya dalam pesan tertulis yang dibacakan panitia.
Workshop ditutup dengan harapan bahwa kolaborasi antarpihak yang terlibat dapat memberikan dampak nyata dalam peningkatan mutu satuan pendidikan di seluruh wilayah DIY.
“Pergi ke pantai mencari kerang, pulang membawa banyak cerita. Rapor pendidikan jadi pedoman terang, agar penyusunan anggaran tepat guna,” tutup Retno dengan pantun yang disambut tepuk tangan peserta.

